Jumat, 26 Desember 2008

 

MANCING NILA DI SUNGAI DAN BENDUNGAN


Populasi ikan Nila di Jawa sangatlah banyak. Hampir di setiap sungai dan bendungan di Jawa terdapat ikan Nila, hal ini wajar mengingat Nila mudah beradaptasi,cepat berkembang biak dan mempunyai daya tahan sangat baik. Ikan Nila adalah jenis ikan yang mempunyai tekstur daging seperti ikan Gurami, tanpa duri disela dagingnya. Kelezatannya juga tidak kalah dengan Gurami. Inilah yang di manfaatkan oleh mancing mania di luar target utamanya; menyalurkan hobi, apalagi banyak sekali yang mempunyai ukuran besar ( di atas lima jari orang dewasa ) dan tentunya sangat menantang mancing mania untuk menaklukkannya. Tapi tidak serta merta jika kita mancing akan mendapat yang seukuran tersebut di atas tanpa mengetahui kiat - kiatnya.

Di Jawa tengah ( penulis berdomisili di Jawa Tengah ) terdapat beberapa tempat yang jadi favorite untuk berburu Nila, antar lain Bendungan Wadaslintang, Bendungan Sempor, Bendungan Winduaji, Sungai Serayu ( dari hulu sampai hilir, termasuk di dalamnya bendung gerak Mrican di Banjarnegara dan bendung Gerak Gambarsari di Banyumas ) dan anak - anak sungainya, Sungai Klawing dan anak - anak sungainya dan di sungai - sungai yang lainnya.

Untuk berburu Nila ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan ( hal ini untuk meminimalisirkan kegagalan mendapatkan Nila berukuran besar ) :

A. PERLENGKAPAN

  1. JORAN

Joran atau istilah jawanya WALESAN adalah piranti yang penting dalam berburu Nila. Diperlukan joran dengan panjang minimal 3,6 meter untuk dapat menikmati secara optimal sensasi berburu Nila. Akan sangat membantu jika joran yang dipakai mempunyai bobot yang ringan. Ring - ring yang ada hendaknya terbuat dari mika atau bahan yang lebih bagus lagi, hal ini untuk menghindari kusutnya tali pancing ( ring dari kawat akan sangat mudah membuat tali pancing kusut ).

  1. GULUNGAN

Gulungan adalah tempat untuk menggulung tali pancing. Ada beberapa tipe gulungan yang sering di jumpai antara lain gulungan yang sifatnya tradisianal ( terbuat dari bambu ataupun pipa pralon ) dan modern ( spinning ). Dalam hal penggulung penulis serahkan kepada mancing mania sesuai kebiasaan.

  1. TALI PANCING

Banyak merk tali pancing yang beredar di pasaran, hal ini tentu saja membuat pemula di dunia mancing menjadi bingung akan pilihannya. Secara umum pemilihan tali pancing disesuaikan dengan target yang akan di peroleh, baik jenis ikan, estimasi bobot ikan target dan lokasi mancing. Untuk berburu ikan Nila sendiri gunakanlah tali pancing yang mampu menahan bobot ikan sebesar 1,5 kg atau sekitar 2 - 3 lbs.

Pilihlah yang mempunyai diameter kecil, dan jika dites ( tali pancing ditarik dengan kedua tangan ) tidak mudah putus.

  1. MATA PANCING

Mata pancing hendaknya berjenis carbon dan gunakan yang berukuran 2 atau 3 dengan warna hitam.

  1. PELAMPUNG

Untuk pemakaian pelampung tergantung dari kebiasaan. Jika mancing mania menggunakan pelampung gunakanlah pelampung yang mempunyai warna satu macam, dengan ukuran maksimal sebesar kelingking orang dewasa.

  1. PEMBERAT / TIMAH

Pemberat disesuaikan dengan penggunaan pelampung atau tidak. Jika tidak menggunakan pelampung pilihlah yang sekiranya sesuai dengan arus air di lokasi mancing, semakin deras semakin besar pemberat yang kita pakai.

Demikian halnya jika menggunakan pelampung, sesuaikanlah dengan besar kecilnya pelampung.

  1. UMPAN

Ikan Nila adalah jenis ikan yang cenderung herbivora disamping memakan plankton dan serat sisa organik yang terdekomposisi.

Untuk mendapatkan Nila mancing mania di Jawa tengah cenderung memakai umpan LUMUT. Ada dua jenis lumut yang sering digunakan untuk mendapatkan Nila :

Lumut Kopyok; bentuknya seperti rambut, halus ataupun kasar licin, berwarna hijau tua dan banyak tumbuh di kolam dan sawah.

Lumut Jaring ; bentuknya pendek dan besifat kasar, mirip dengan jaring karena saling bertautan, biasanya berwarna hijau dan hijau kekuningan, terdapat di sawah dan kolam namun hanya tumbuh di daerah tertentu saja.


B. STRATEGI

  1. MENENTUKAN LOKASI MANCING

Penentuan lokasi mancing sangat penting, hal ini terkait dengan jenis lumut yang akan digunakan.

Para mancing mania akan menggunakan lumut jaring jika lokasinya di bendungan - bendungan, sebaliknya jika lokasi mancing di sungai maka akan mengunakan lumut kopyok.

  1. WAKTU

Nila mempunyai kebiasaan makan yang tidak mengenal waktu. Setiap saat Nila bisa menyantap umpan yang mancing mania sodorkan, jika lapar tentunya, dan semakin banyak kesempatan untuk mandapatkan hasil.

  1. SUHU, DEBIT DAN KEKERUHAN AIR

Kebiasaan makan Nila di pengaruhi oleh suhu, debit air dan tingkat kekeruhan air.

a. Suhu

Nila tidak akan pernah makan umpan jika suhu air lokasi mancing terlalu dingin. nafsu makan Nila tinggi jika suhu air hangat.

b. Debit Air

Debit air sangat mempengaruhi mau tidaknya makan umpan. Nila akan makan umpan jika debit air tinggi, sebaliknya

jika debit air rendah jangan harap Nila mau makan umpan ( paling yang kecil seukuran 2 jari mau makan umpan ).

Jadi pandai - pandailah melihat debit air di lokasi mancing.

c. Kekeruhan Air

Selama air di lokasi mancing tidak keruh sekali Nila dipastikan mau makan umpan lumut.

C. TEHNIK MANCING

Kebiasaan Nila mencari makan adalah dekat dengan permukaan di mana banyak terdapat plankton dan tumbuhan air di samping mencari serat sisa yang terdekomposisasikan itu berarti tidak terlalu jauh dari bibir sungai ataupun bendungan. Jadi taruhlah umpan anda tidak terlalu jauh dari bibir sungai ataupun bendungan ( 2 - 3 meter dari tepi sungai ataupun bendungan ), karena di situlah banyak tumbuhan air dapat hidup. Jika mancing mania menggunakan pelampung, jarak antara pelampung dan mata pancing sejauh jarak setengah atau dua pertiga dari kedalaman air pinggiran sungai ataupun bendungan.

Mungkin di antara mancing mania ada yang bertanya bagaimana cara memasang umpan lumut di mata pancing agar tidak mudah lepas mengingat sifat lumut ( terutama lumut kopyok ) yang licin?

Tehniknya adalah ambil beberapa helai lumut ( Kopyok, diperlukan lumut yang sudah tua dan panjang )dengan tangan kiri sementara tangan kanan memegang tali pancing, tempelkan lumut di tali pancing dan pilinlah tali pancing hingga lumut terpilin di tali pancing sampai setengahnya. Lengkungkan sisa lumut ke arah mata pancing sambil tali pancing terus dipilin, ulangi hingga tiga atau empat kali. Tehnik ini menjadi pilihan karena umpan lumut terpilin kencang di tali pancing dan mata pancing ( mata pancing otomatis akan tertutup lumut ) dan tentu saja lebih irit karena lebih awet terpasang dan hanya membutuhkan beberapa helai lumut dalam satu kali pilinan.

Sedangkan untuk umpan lumut jaring lebih mudah. Karena bentuknya yang menyerupai jaring kita hanya mencelupkan mata pancing di kumpulan lumut yang di tempatkan di wadah yang berisi air yang otomatis akan terpasang dan awet terpasang di mata pancing.

Jika semuanya telah dilaksanakan, bersiaplah, Nila besar akan menghampiri umpan anda............

SELAMAT MENCOBA DAN SEMOGA SUKSES

Rangkuman dari pengalaman penulis dan teman - teman mancing mania yang wara wiri mancing di sungai dan bendungan di Jawa Tengah.

eone

Label:


This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Entri [Atom]